Rencana Pembangunan Pasar Tanamira 15M, ini Kata Pedagang Pasar
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 8 Okt 2025
- visibility 288
- comment 2 komentar

Taliwang — Pasar Tanamira, yang seharusnya menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat Taliwang, kini tengah menjadi sorotan publik. Selama ini, pasar yang terletak cukup jauh dari pusat kota itu dikenal sepi pengunjung, dengan aktivitas jual beli yang semakin menurun dari tahun ke tahun.
Minimnya konektivitas menuju lokasi pasar, keberadaan pasar bayangan di dalam kota, serta seringnya razia lalu lintas di jalan menuju Tanamira disebut menjadi penyebab utama lesunya aktivitas ekonomi di kawasan ini.
Tak hanya itu, kegiatan mingguan yang kerap dipusatkan di Kamutar Telu Center (KTC) juga dianggap memperparah kondisi pasar. Para pedagang menilai, event-event tersebut justru menarik keramaian keluar dari kawasan Tanamira, alih-alih menghidupkannya.
Kini, perhatian pemerintah mulai tertuju kembali ke Tanamira. Melalui rencana penataan ulang pasar Tanamira dengan nilai pagu anggaran Rp15 miliar dari APBDP Tahun 2025, pemerintah berupaya melakukan revitalisasi besar-besaran. Pekerjaan ini tercatat di bawah satuan kerja Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB selaku kuasa pengguna anggaran.
Salah satu pedagang pasar, Mucksin Bawazier yang akrab disapa Bang Cen, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah untuk menata ulang pasar ini. Tapi kami ingin mengingatkan, infrastruktur yang bagus itu penting, tapi lebih penting lagi bagaimana caranya membuat pasar Tanamira ini ramai pengunjung. Kembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat Taliwang,” ujarnya.
Sementara itu, Khaidar Syihab, perwakilan kelompok jagal hewan, menyampaikan keresahannya atas kegiatan rutin di KTC yang dinilai mematikan perputaran ekonomi di pasar.
“Kegiatan itu membunuh mata pencaharian kami. Kenapa keramaian tidak diarahkan ke pasar saja? Kalau event diadakan di sini, masyarakat akan terbiasa datang ke pasar. Lagi pula pasar kita luas,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang sayur segar, Hilwan Cimin, yang menyoroti masalah pemindahan lapak pedagang selama proyek berjalan.
“Kami sudah sering dipindahkan. Pertanyaannya, apakah kami harus keluar biaya sendiri lagi seperti sebelumnya? Mohon pemerintah juga memperhatikan hal itu,” katanya.
Revitalisasi Pasar Tanamira diharapkan mampu mengembalikan fungsi pasar sebagai urat nadi ekonomi rakyat Taliwang. Namun bagi para pedagang, proyek fisik bukan satu-satunya jawaban. Mereka ingin pemerintah tidak hanya membangun tembok dan los baru — tetapi juga membangun kembali keramaian dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional.
- Penulis: admin










Semoga tujuan utama untk membangun fungsi pasar pertukaran transaksi masyarakat sekitar menjadi lebih diutamakan dari sekedar pembenahan fisik. Agar harapan para pelaku pedagang pasar bisa dipenuhi.
8 Oktober 2025 5:12 amKami sebagai masyarakat Berharap pembangunan dan daya beli seiring.. pemerintah TDK hanya memperhatikan pembangunannya yg bagus ato mentereng, sementara saya beli masyarakat lemah, itu semua TDK akan berguna ..
8 Oktober 2025 4:07 am