Perjuangan Hadira, Anak Semata Wayang yang Kehilangan Ayah di Kecelakaan PT. NNT, Kini Raih Prestasi ke UGM
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 3 Sep 2025
- visibility 620
- comment 0 komentar

Sumbawa Barat, Gerapi TV – Setiap anak tentu mendambakan tumbuh dan besar dalam dekapan kasih sayang kedua orang tua. Namun nasib berkata lain bagi seorang gadis bernama Hadira, anak semata wayang yang kehilangan ayahnya saat ia masih duduk di bangku PAUD Rabbani School.
Ayahanda Hadira meninggal dunia dalam sebuah peristiwa tragis, kecelakaan forklift di area power plant PT. NNT Benete pada tahun 2011 silam. Insiden itu merenggut nyawa salah seorang karyawan, yang tak lain adalah ayah dari Hadira kecil. Sejak saat itu, Hadira tumbuh hanya bersama sang ibu, berjuang dengan segala keterbatasan dan doa.
Meski perjalanan hidupnya penuh ujian, Hadira justru menjelma menjadi pribadi tangguh. Sejak PAUD hingga remaja, ia dikenal sebagai siswi yang rajin, pintar, dan cerdas. Semua kerja keras dan ketekunannya akhirnya membuahkan hasil manis. Tahun ini, Hadira berhasil menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, melalui jalur prestasi.
Kisah Hadira seakan menjadi cermin bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Dengan semangat belajar dan dukungan penuh dari ibunya, Hadira mampu membuktikan diri bahwa mimpi besar bisa dicapai meskipun harus melalui jalan yang berliku.
Di sisi lain, keberhasilan putri daerah seperti Hadira menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan. Saat ini, kewenangan pemberian beasiswa untuk mahasiswa berprestasi memang berada di tangan Pemerintah Provinsi NTB. Namun, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bupati H. Amar Nurmansyah bersama Wabup Hj. Hanipah Musyafirin menegaskan bahwa mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi dan memperjuangkan mahasiswa berprestasi asal KSB agar mendapat perhatian yang layak.
“Semoga ikhtiar terbaik pemerintah daerah kita segera terealisasi agar dapat meringankan beban orang tua bagi mahasiswa berprestasi di Kabupaten Sumbawa Barat,” demikian harapan yang disampaikan.
Kisah Hadira bukan hanya tentang duka kehilangan, melainkan juga tentang semangat pantang menyerah dan keberanian bermimpi. Dari seorang anak yang ditinggal ayah sejak usia dini, kini ia berdiri tegak menyongsong masa depan di salah satu kampus terbaik kebanggaan bangsa.
Sumber: Facebook Rey Curlstone
Gerapi TV (FYD)
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar