Dahsyattt, Presiden Prabowo Subianto Pukau Dunia Dipanggung PBB
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 4 Okt 2025
- visibility 159
- comment 0 komentar

New York – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York menjadi saksi ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato yang menggugah dunia. Dalam orasi diplomatiknya, Prabowo menegaskan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian hakiki antara Palestina dan Israel.
“We must have an independent Palestine, but we must also recognize and guarantee the safety and security of Israel. Only then can we have real peace: peace without hate, peace without suspicion. The only solution is this two-state solution,” ujar Presiden Prabowo di hadapan delegasi internasional.
Prabowo juga menyoroti krisis kemanusiaan yang tengah melanda Gaza. Ia menyerukan penghentian segera segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, serta mendesak agar penderitaan rakyat Palestina tidak lagi dibiarkan berlarut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia akan membuka pintu pengakuan terhadap Israel hanya jika negara tersebut terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
“Recognition must mean a real chance to watch lasting peace,” tegasnya.
Apresiasi Dunia Mengalir
Pidato Prabowo memikat banyak kepala negara dan delegasi. Raja Yordania Abdullah II serta Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva tercatat memberikan apresiasi langsung, bahkan mengakui kekuatan pesan yang disampaikan dari podium PBB.
Dukungan juga datang dari berbagai negara, termasuk Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal, yang sebelumnya telah mengambil langkah mengakui Palestina sebagai negara. Prabowo menyebut langkah itu sebagai keberanian moral yang layak dicatat dalam sejarah.
“Those who have recognized Palestine stand on the right side of history and morality,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Diplomasi Tegas, Pesan Menyentuh
Bagi dunia internasional, orasi Prabowo bukan sekadar pidato diplomatik, melainkan seruan moral yang menyatukan dua kutub yang selama ini dipandang mustahil. Bahasa yang digunakan lugas, namun tetap menumbuhkan rasa percaya bahwa perdamaian bukan sekadar ilusi.
Dengan gaya yang percaya diri, Presiden Prabowo menghadirkan narasi alternatif: perdamaian yang tidak dibangun atas kebencian, melainkan atas pengakuan, keamanan, dan kemanusiaan.
Harapan Baru dari Podium PBB
Resonansi dari pidato ini diharapkan mampu menghidupkan kembali harapan terhadap penyelesaian konflik Timur Tengah. Dunia menyimak, dunia terdiam, dan dunia pun bertepuk tangan.
Prabowo telah menegaskan, Indonesia tetap berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan dan perdamaian global, dengan solusi dua negara sebagai jalan tengah yang nyata.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar